Pandangan Pertama
Itulah percikan api pertama yang menyalakan wilayah-wilayah jiwa.
Itulah nada magis pertama yang dipetik dari dawai-dawai perak hati manusia.
Itulah saat sekilas yang menyampaikan pada telinga jiwa tentang risalah hari-hari yang telah berlalu dan mengungkapkan karya kesedaran yang dilakukan malam, menjadikan mata jernih melihat kenikmatan di dunia dan menjadikan
misteri-misteri keabadian di dunia ini hadir.
Itulah benih yang ditaburan oleh Ishtar, dewi cinta, dari suatu tempat yang
tinggi.
Mata mereka menaburkan benih di dalam ladang hati, perasaan memeliharanya,
dan jiwa membawanya kepada buah-buahan.
Pandangan pertama kekasih adalah seperti roh yang bergerak di permukaan air
mengalir menuju syurga dan bumi. Pandangan pertama dari sahabat kehidupan
menggemakan kata-kata Tuhan, "Jadilah, maka terjadilah ia"
Kisahku
Dengarkan kisahku
Dengarkan tetapi jangan menaruh belas kasihan padaku,
karena belas kasihan menyebabkan kelemahan,
padahal aku masih tegar dalam penderitaanku
Jika kita mencintai, cinta kita bukan dari diri kita, juga bukan untuk diri kita,
Jika kita bergembira, kegembiraan kita bukan berada dalam diri kita, tapi dalam hidup itu sendiri.
Jika kita menderita, kesakitan kita tidak terletak pada luka kita,tapi dalam hati nurani alam.
Jangan kau anggap bahwa cinta itu datang karena pergaulan yang lama atau rayuan yang terus menerus
Cinta adalah tunas pesona jiwa, dan jika tunas ini tak tercipta dalam sesaat, ia takkan tercipta bertahun-tahun atau bahkan dari generasi ke generasi
Wanita yang menghiasi tingkah lakunya dengan kendahan jiwa
dan raga adalah sebuah kebenaran,
yang terbuka namun rahasia; ia hanya dapat dipahami melalui cinta,
hanya dapat disentuh dengan kebaikan;
dan ketika kita mencoba untuk menggambarkannya ia
menghilang bagai segumpal wap
Cermin Diri
Jika sifat kalkulatif mutualisme
membuat kau jauh dariku
Berarti pemahaman Individualismu
masih teramat dangkal
aku benar-benar kecewa soal itu
Percuma mulutku berbui sampai robek
Kau takkan pernah paham maksudku
Dan jika Kalturalis masih mengikat kuat
di dalam pikiranmu
Sampai mampus pun kau takkan bisa terima aku!
Kau seperti kaum Ortodox yang selalu akan menempatkan Egomu
di atas altar penyembahan itu
Slalu ingin disanjung
seperti anak kecil yang dicolok
permen kemulutnya
Jika Egomu diperolok
Mukamu merah menyala bagai api
Dasar manusia Ortodox!
Cinta Yang Agung
Adalah ketika kamu menitikan air mata dan masih
peduli terhadapnya
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih
menunggunya dengan setia
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih
menunggunya dengan setia
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih
bisa tersenyum sembari berkata "Aku turut berbahagia untukmu"
Apabila cinta tidak berhasil
Bebaskan dirimu
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan
terbang ke alam bebas lagi
Ingatlah!
bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya
tapi, ketika cinta itu mati, kamu tidak perlu mati bersamanya
Orang terkuat bukan mereka yang selalu menang
Melainkan mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh



0 komentar:
Posting Komentar